HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Sekelompok oknum Kepala Desa bersama oknum Aparatur Penegak Hukum (APH) telah melakukan pertemuan ngopi bareng di Cafe Kapteng Pantai Seruni Kelurahan Pallantikan Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, pada 12/7/2021, malam sekitar pukul 20.00 wita.
Setelah marak diperbincangkan di media sosial baik di grup WA hingga tayang di beberapa media Online terkait hal tersebut, semakin menuai sorotan Aktivis LSM dan Mahasiswa.
Salah seorang Aktivis Mahasiswa di Kabupaten Bantaeng Yudha Jaya angkat bicara dihadapan halilintarnews.id sabtu 24/7/2021 mengatakan, terkait oknum beberapa Kepala Desa (Kades) Bantaeng dan oknum APH Kejari Bantaeng diduga melakukan pertemuan ngopi bareng larut malam di salah satu Cafe di Bantaeng.
“Pertemuan larut malam tersebut memang sangat ganjil karena yang ketemu di forum yang tidak resmi antara oknum Aparatur penegak hukum (APH) dengan Kepala desa yang Notabenenya adalah kuasa pengguna anggaran (ADD/DD) tentu sangat patut dicurigai, ada apa dibalik semua itu.? Ungkap Yudha.
“Tentu publik patut bertanya, apa isi pertemuan itu jangan sampai ada “U dibalik B” jika itu pertemuan lebih pada penekanan regulasi terkait penggunaan ADD/DD itu sah-sah saja tapi jangan juga diwarung kopi tapi sebaiknya dalam bentuk forum resmi bukan secara sembunyi-sembunyi, kata Yudha Jaya.
“Tapi jika pertemuan itu ada maksud tertentu, wah ini tidak beres dan Komisi kejaksaan Republik Indonesia harus turun tangan melakukan penyelidikan terkait maksud dan tujuan ngopi larut malam dengan Kepala desa tersebut agar tidak menjadi bola liar di Masyarakat Bantaeng,” tutur Yudha.
Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bantaeng Ashar Mahpud diruang tunggu Kejari Bantaeng pada jumat kemarin 23/7/2021 sekitar pukul 15.00 wita mengatakan dihadapan rekan wartawan mengatakan, secara spontan iya betul saya heran tiba-tiba menuai perbincangan di medsos grup WA padahal kejadian itu sudah lewat beberapa hari, ungkap Ashar Mahpud.
Anehnya Kasi Intel Ashar,” kelihatan kebakaran jenggot sambil melontarkan balik bertanya kepada wartawan anda paham tugas APH, kami bukan pengawas atau KPK,” kami pencegahan hukum,” katanya.
Ia juga mendesak kepada rekan wartawan meminta bukti hasil pertemuannya di Cafe Kapten.
“Salahkah jika kami ngumpul ngopi dengan aparat Desa, lagian kami hanya ngopi biasa saja,” tanya Ashar kepada rekan wartawan.
“Kami hanya minum kopi bersama beberapa Kepala Desa di Bantaeng tepatnya di Cafe Kapteng,” akui Ashar.
“Saya berterimah kasih atas kedatangan bapak Wartawan mengklarifikasi terkait perbincangan di grup WA,” katanya.












