Rebutan Kursi Ketua PWI Wajo Jangan Jadi Ajang Perpecahan! Suardi Thahir: Persatuan Harga Mati



HALILINTARNEWS.id, MAKASSAR – Menjelang pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Wajo, Ketua PWI Sulawesi Selatan, Dr. H. Suwardi Thahir, mengingatkan seluruh bakal calon Ketua PWI Wajo agar mengedepankan kompetisi yang sehat, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, serta menjaga persatuan dan marwah organisasi.

Suwardi menegaskan, setiap anggota yang memiliki keinginan maju sebagai calon Ketua PWI Wajo dipersilakan membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan seluruh anggota. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi untuk menyampaikan gagasan, visi, dan misi, sekaligus memperoleh dukungan secara santun dan bermartabat.

Pesan tersebut disampaikan Suwardi Thahir saat berbincang di Makassar, Selasa (3/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel, Dr. Andi Faisal Syam.

Baik melalui mekanisme pemungutan suara (voting) maupun aklamasi, seluruh proses harus tetap menjunjung tinggi aturan organisasi dan semangat kebersamaan.

Ia juga menegaskan bahwa PWI Sulsel bersikap netral dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kandidat tanpa memihak atau mengarahkan dukungan kepada salah satu calon.

Suwardi berharap, pelaksanaan Konfercab PWI Wajo nantinya berjalan aman, damai, sejuk, dan penuh suasana kekeluargaan. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi organisasi merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di antara sesama anggota.

“Semua calon yang akan maju kami berikan dukungan. Kami tidak memberikan dukungan hanya kepada seseorang. Silakan berkompetisi secara sehat dengan tetap menjaga kebersamaan,” tegas Suwardi.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa menjadi Ketua PWI bukan semata-mata soal mendapatkan jabatan, melainkan mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga kehormatan organisasi, memperjuangkan profesionalisme wartawan, serta memperkuat eksistensi PWI di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Karena itu, setiap kandidat diharapkan tidak hanya membangun komunikasi dengan sesama anggota PWI Wajo, tetapi juga mampu menjalin hubungan dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.

Menurut Suwardi, kepemimpinan PWI ke depan harus mampu merangkul seluruh anggota, memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan, serta menjadikan organisasi semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ia menekankan, Konfercab bukan sekadar forum untuk memilih seorang ketua, melainkan momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, mengevaluasi perjalanan organisasi, dan menentukan arah perjuangan PWI ke depan.

Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah memimpin PWI Wajo harus mampu menjadi pemersatu, bukan justru menciptakan sekat di antara sesama anggota.

“Perbedaan pilihan adalah hal biasa, tetapi persatuan dan marwah PWI merupakan tanggung jawab bersama. Menang bukan alasan untuk berjarak, kalah bukan alasan untuk berpisah,” pesannya.

Suwardi kembali mengingatkan bahwa PWI merupakan rumah besar insan pers yang harus dijaga bersama. Kontestasi kepemimpinan boleh berlangsung, tetapi persaudaraan, solidaritas, dan kehormatan profesi wartawan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat.

“Siapa pun yang terpilih nantinya, itulah pemimpin kita bersama. Mari kita jaga PWI agar tetap solid, bermartabat, dan menjadi rumah besar bagi seluruh insan pers,” tutupnya. (Red)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *