HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Setelah beredar luas viral Vidionya di media Sosial (Medsos) dimana terdengar pernyataan yang menyudutkan wartawan dengan caption βWartawan Bantaeng Tidur Nyenyak 2 Hari 1 Malamβ.
Telah diberitakan sebelumnya di media harian tempo Ibu Narti Warga terdampak debu pada Perusahaan di Pa’jukukang Menyikapi pemberitaan yang berjudul Pimpinan PT Halilintar Media Grup Kecam Pernyataan Warga yang Menyudutkan Wartawan.
Dimana juga terdapat kalimat lainnya yang dilontarkan kepada wartawan khususnya di kabupaten Bantaeng.
Kalimat tersebut terdapat untaian kata-kata yang mengatakan bahwa βTidak ada satupun wartawan atau Media yang datang padahal kami sudah menyurati lewat undanganβ,
Kalimat lainnya mengatakan bahwa dirinya tidak punya uang untuk menyewa wartawan
βKami tidak cukup uang untuk menyewa wartawan β, Ucapnya Dikutip dari pernyataannya yang beredar di Media sosial.
Diketahui Warga tersebut bernama Narti yang bertindak sebagai koordinator aksi yang mengatasnamakan KELOMPOK MASYARAKAT (KOMPAS), yang dialamatkan dari dusun Balla Borong, Desa Borongloe, Kecamatan Paβjukukang, Kabupaten Bantaeng.
Pernyataannya sangat disayangkan oleh salah seorang pimpinan redaksi media Halilintarnews.id, Supriadi Awing pada media ini , Sabtu, 17 Mei 2025.
Dia menilai bahwa wartawan sebenarnya sering hadir utamanya dalam perjuangan yang berkaitan dengan persoalan sosial di Masyarakat.
βTidak perlu bicara bayar baru kita hadir Khususnya untuk pemberitaan untuk menjadi jembatan solusi dengan pihak terkaitβ, Kata Karaeng Ngawing sapaannya.
Namun dia menyayangkan pernyataan yang dinilai menyudutkan wartawan yang katanya harus dibayar baru hadir.
Ibu Narti kepada redaksi media halilintarnews.id memberikan klarifikasi tentang pemberitaan pada Sabtu malam (17/5/2025).
“Ibu Narti selaku koordinator aksi yang mengatasnamakan KELOMPOK MASYARAKAT (KOMPAS) merasa sangat kecewa adanya oknum Wartawan di Bantaeng yang telah mengkawal sejak kurang lebih satu bulan hingga menyurat dalam bentuk Pdf untuk datang meliput aksi damai di perusahaan PT Hengsheng New Energy Material Indonesia dan PT Huadi Nickel Alloy,” kata Narti kepada halilintarnews.id.
Narti menambahkan,” bukan lagi di rugikan melainkan sangat di rugikan,” kesalnya.
“Saya minta maaf atas kelancangan menyebut Wartawan di vidio yang beredar yang seharusnya oknum Wartawan yang membuat kami sangat kecewa,” tuturnya.
“Nanti kami beberkan oknum wartawan yang telah kami Surati,” imbuhnya
Itulah cara cara kami memposting banyak Vidio untuk bisa mendatangkan wartawan meliput masyarakat yang bantuan kemanusiaan yang terdampak de Borongloe, Papanloe dan semua sekitar perusahaan tersebut.
Hal ini jadi pelajaran Ibu Narti sehingga berujung minta maaf, satu orang yang berbuat semua rekan Jurnalis di Bantaeng menuai sorotan. Red
