HALILINTARNEWS id, BANTAENG — Terkait kasus pembakaran dan Pengrusakan milik warga nelayan Bantaeng yang terjadi di perairan Bulukumba pada bulan Agustus 2022 lalu.
Pengrusakan dan pembakaran perahu nelayan yang diduga dilakukan sekelompok oknum warga nelayan asal kabupaten Bulukumba.
Telah di beritakan sebelumnya setelah kejadian pembakaran dan pengrusakan perahu milik warga nelayan Bantaeng, ratusan warga bersama aktivis Bantaeng melakukan penutupan jalan provinsi tepatnya kampung Lamalaka Kecamatan Bantaeng, mengakibatkan arus lalu lintas macet total beberapa jam tidak bisa lewat kendaraan di jalan poros tersebut.
Masyarakat Bantaeng didampingi sejumlah aktivis termasuk LSM TKP Kabupaten Bantaeng mendatangi Polres Bulukumba melaporkan secara resmi atas insiden itu.
Ketua DPD LSM TKP Bantaeng Aidil Adha yang telah viral beredar di sosial media dengan tegas “berjanji mengkawal kasus pembakaran dan pengrusakan hingga tuntas jika korban tidak terpenuhi maka dirinya akan potong leher” tegas ketua LSM TKP Aidil Adha saat demo penutupan jalan pada bulan Agustus lalu.
Berdasarkan bukti pelaporan korban di Polres Bulukumba pada tanggal 20 Agustus 2022 lalu.
Atas insiden pembakaran dan pengrusakan perahu tersebut, menuai sorotan kalangan masyarakat dan LSM Bantaeng lantaran Polres Bulukumba pelaporan masyarakat tak kunjung ada tindak lanjut alias lambang menanganinya.
Salah satunya ketua DPD LSM TKP Bantaeng Aidil Adha yang mengkawal kasus pembakaran dan pengrusakan perahu nelayan Bantaeng kepada media HALILINTARNEWS.id Sabtu (26/11/2022) mengatakan,”percuma lapor polisi” karena laporan masyarakat yang selama ini tidak ada tindak lanjutnya atau tidak mampu menangkap sekelompok pelakunya, kata Aidil Adha.
“Saya kasihan korban para nelayan asal Bantaeng mencari nafkah untuk keluarganya di laut di hadang dan di bakar perahunya di wilayah perairan Bulukumba, mengakibatkan kerugian warga sebesar dua ratus juta lebih, pihak Pemda Kabupaten dan Provinsi belum ada ganti rugi,” kesal Aidil Adha.
Masih kata Aidil Adha menjelaskan, sudah ada beberapa alat bukti di lokasi tempat perahu yang diduga di gunakan para pelaku namun kenyataan proses dari kasus ini mandek ini sangat merugikan masyarakat yang jadi korban karena sekiranya barang bukti milik korban sudah bisa di ambil untuk di perbaiki namun proses hukumnya belum selesai.
Kasus itu sudah pernah dilakukan pertemuan masyarakat Bantaeng di ruang Waka Polres Bulukumba dengan hasil pertemuannya berjanji akan segera mentersangkakan atau menangkap pelakunya. Namun janji yang di lontorkan dihadapan masyarakat dan LSM Bantaeng adalah janji kebohongan saja, ungkap Aidil.
Kepala UPTD dinas Kelautan dan perikanan provensi pembohong
Bedasarkan hasil pertemuan antara pejabat Bantaeng dan pejabat Bulukumba yang di hadiri bupati Bulukumba beserta jajarannya dan wakil Bupati Bantaeng beserta jajarannya, pertemuan tersebut membahas kisru antara Nelayan Bantaeng dan Nelayan Bulukumba di mana dalam pertemuan tersebut kepala UPTD dinas kelautan dan perikanan provensi turut hadir mewakili kepala Dinas Kelautan dan perikanan provensi guna membahas masalah bantuan atau Menganti kerugian yang di alami nelayan Bantaeng.
Dalam pertemuan tersebut kepala UPTD menyampaikan berdasarkan hasil komonikasi dengan kepala Dinas kelautan dan perikanan provensi bahwa kerugian yang di alami Nelayan Bantaeng akan di gantikan dinas kelautan dan perikanan provensi sehingga pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan.
Namun memasuki bulan November sesuai janji yang di sampaikan baik dari pihak UPTD maupun pihak perikanan Bantaeng yang menyampaikan bahwa bantuan tersebut di upayakan tersalurkan di bulan November sesuai waktu yang ada dalam pernyataan ibu kadis kelautan dan perikanan Bantaeng yang bersedia Menganti kerugian Nelayan sebesar dua ratus juta dalam batas waktu bulan November tahun 2022 namun sampai saat ini bantuan yang dijanjikan Kepala UPTD
Dinas Kelautan dan Perikanan Provensi pembohongan besar, sebab hingga saat ini belum ada realisasi, kata korban didampingi ketua LSM TKP di hadapan halilijtarnews.id.
Reporter : Wawan
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2022












