HALILINTARNEWS.id, TAKALAR – Sulfiati, perempuan asal Kabupaten Takalar yang pernah merasakan kebanggaan karena dipanggil Seleksi Nasional (Seleknas) untuk Tim Nasional Putri Indonesia 2021.
Meski tidak terpilih kala itu, namun namanya masuk dalam seleksi untuk timnas nasional sudah jadi prestasi tersendiri. Saat itu, Sulfiati dipanggil untuk persiapan Timnas Putri Indonesia ikut diajang Kualifikasi AFC Cup Tajikistan 2021.
Sulfiati menceritakan perjalannya sampai bisa di panggil Timnas Putri Indonesia. “Awalnya 2019, saya main untuk tim PSM Putri senior,” katanya kepada tribun timur, Minggu (20/3/2022) siang.
Saat bermain untuk PSM putri, dirinya mendapat email dari PSSI yang menangani timnas putri. Setelah itu, dia berangkat ke Ibu Kota untuk menjalani seleksi.
Di Jakarta, kata Sulfiati, selama 3 minggu latihan untuk seleksi nasional (Seleknas) “Saya di Jakarta selama tiga minggu, ikut Seleknas, untuk persiapan Kualifikasi AFC Cup Putri 2021 di Tajikistan,” imbuh Mahasiswa STIEM Bongaya Makassar itu.
Sulfianti bersama 30 pesepakbola lainnya menjalani seleksi tersebut. Dari 30 pemain, hanya 20 yang berangkat ke Tajikistan mewakili Indonesia. Sulfiati tidak lolos seleksi tersebut dan usahanya pun hanya sampai di Ibu Kota.
Walaupun begitu, dirinya tetap merasa bangga dapat ikut seleksi Timnas Putri tersebut. Dirinya memang sejak kecil menyukai olahraga sepak bola. “Dari kecil suka main bola di lapangan dekat rumah pakai bola plastik,” ujarnya.
Keluarga Sulfiati juga mendukung hobi tersebut. Sulfiati lahir dan besar di Desa Sampulungan, Galesong, Kabupaten Takalar. Anak bungsu dari pasangan Daeng Sangkala dan Nurlia Daeng Puji ini bermain bola sejak kelas 5 Sd.
Dibesarkan di tengah keluarga yang mencintai sepak bola, Sulfiati mengaku dapat dukungan dari keluarganya. “Keluarga mendukung dari segi ekonomi dan fasilitas,” jelasnya.












