HALILINTARNEWS.id, GOWA β Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dan rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Darmawangsyah saat memimpin upacara pembukaan TMMD ke-130 di Lapangan Sepak Bola Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Selasa (13/10/2026). Pada kesempatan itu, Darmawangsyah bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Komandan Upacara Kapten Arm Santoso dan Perwira Upacara Kapten Inf Sudarno.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 141/Toddopuli Kolonel Inf Robinson Tallupadang, Dandim 1409/Gowa Letkol Arm Sapari, jajaran TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, personel Satgas gabungan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta pelajar dan tokoh masyarakat setempat.
Pembukaan TMMD ditandai dengan penyerahan peralatan kerja berupa sekop, linggis, dan cangkul, penyematan pita kepada anggota Satgas TMMD, serta penandatanganan berita acara pembukaan program.
Dalam sambutannya, Darmawangsyah menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1409/Gowa, yang telah memilih Kabupaten Gowa sebagai lokasi pelaksanaan TMMD tahun ini.
βAtas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI, khususnya Kodim 1409/Gowa, yang telah memilih Desa Barembeng sebagai lokasi pelaksanaan TMMD ke-130 tahun ini,β ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD dipusatkan di Dusun Bontomanai, Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo, dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,5 miliar.
Adapun sasaran fisik program tersebut meliputi pembukaan jalan baru sepanjang 2,3 kilometer, pembangunan talud, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta penyediaan sarana air bersih melalui pembangunan sumur bor.
Darmawangsyah berharap berbagai pembangunan tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi warga. Penyediaan sarana air bersih juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga setempat.
βTMMD ini bukan sekadar program pembangunan fisik, bukan hanya membangun jalan atau memperbaiki fasilitas umum. Lebih dari itu, TMMD adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. TNI hadir, tinggal, dan bergotong royong bersama masyarakat. Inilah kekuatan kita yang sebenarnya,β tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan TMMD. Menurutnya, dukungan dan partisipasi warga menjadi faktor penting agar seluruh sasaran program dapat diselesaikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
βTMMD ini hanya berjalan sekitar satu bulan. Sayang kalau semangatnya hanya dari TNI. Mari masyarakat ikut turun, ikut kerja bakti, dan bersama-sama menjaga hasil pembangunannya,β katanya.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga menyasar kegiatan nonfisik melalui penyuluhan, edukasi, serta pelayanan publik dan sosial. Kegiatan tersebut mencakup bidang kesehatan, pencegahan stunting, pertanian, bela negara, hingga pelayanan administrasi.
Darmawangsyah meminta masyarakat memanfaatkan berbagai kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan memperoleh akses terhadap pelayanan yang dibutuhkan. Ia menekankan bahwa pembangunan desa harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat agar menjaga serta merawat seluruh fasilitas yang dibangun melalui program TMMD sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
βJalan yang bagus dan fasilitas yang baik, kalau tidak kita rawat bersama, akan cepat rusak. Merawat itu lebih murah daripada membangun ulang,β ujarnya.
Sementara itu, Danrem 141/Toddopuli Kolonel Inf Robinson Tallupadang menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat agar setiap sasaran pembangunan dapat diselesaikan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi warga.
βTMMD bukan hanya membangun infrastruktur jalan, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,β jelas Robinson.
Melalui TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap pembangunan di Dusun Bontomanai dan Desa Barembeng dapat meningkatkan aksesibilitas wilayah, mendukung kegiatan ekonomi, serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas dasar.
Darmawangsyah menegaskan bahwa kebersamaan merupakan modal utama dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, semangat Rewako Gowa harus diwujudkan melalui kolaborasi dan kerja nyata antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat.
βGowa ini kuat karena kebersamaannya. Selama kita kompak, pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat, tidak ada pekerjaan yang berat. Semangat Rewako Gowa harus kita tunjukkan dalam pelaksanaan TMMD ini,β ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan TMMD ke-130 tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga semakin mempererat hubungan TNI dengan rakyat serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan di Kabupaten Gowa.












