Proyek Wisata Bangsalae Tanpa Papan Informasi, Keterbukaan Anggaran Jadi Sorotan



HALILINTARNEWS.id, WAJO β€” Proyek pembangunan di kawasan Destinasi Wisata Bangsalae, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, menjadi sorotan setelah papan informasi proyek tidak terlihat terpasang di lokasi pekerjaan.

Pantauan di lokasi pada Selasa (22/9/2026) menunjukkan aktivitas pembangunan tetap berlangsung, namun masyarakat tidak menemukan papan informasi yang memuat keterangan mengenai pekerjaan tersebut.

Kondisi ini dinilai menyulitkan masyarakat untuk mengetahui informasi dasar proyek, seperti sumber anggaran, nilai kontrak, nama pelaksana, waktu pelaksanaan, serta instansi yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Pitumpanua, Sultan, meminta pihak terkait membuka informasi proyek kepada publik.

β€œDalam pekerjaan yang menggunakan anggaran negara, masyarakat berhak mengetahui informasi mengenai proyek yang sedang dikerjakan. Termasuk nilai anggaran, sumber anggaran, siapa pelaksananya, serta berapa lama masa pengerjaannya,” ujar Sultan, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, pemasangan papan informasi proyek penting sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.

β€œJangan sampai masyarakat hanya melihat ada pekerjaan fisik, tetapi tidak mengetahui proyek itu berasal dari anggaran mana, berapa nilainya, dan siapa yang bertanggung jawab,” katanya.

Material dan K3 Ikut Disorot
Selain persoalan papan informasi, pantauan di lokasi juga menemukan penggunaan semen merek Rajawali dalam pekerjaan pembangunan.

Bacaan Lainnya

Penggunaan material tersebut menjadi perhatian dan dinilai perlu diklarifikasi oleh pihak pelaksana, terutama mengenai kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak. Hal itu penting untuk memastikan material yang digunakan sesuai dengan persyaratan pekerjaan.
Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi sorotan.

Sejumlah pekerja yang terlihat melakukan aktivitas pembangunan disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

Sultan meminta pihak pelaksana tidak mengabaikan aspek keselamatan pekerja selama proses pembangunan berlangsung.

β€œKeselamatan pekerja harus menjadi prioritas. Jangan sampai pekerjaan pembangunan justru mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja,” tegasnya.

Ia juga mendesak pihak terkait segera memasang papan informasi proyek agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai kegiatan pembangunan tersebut.

β€œKami meminta pelaksana segera memasang papan proyek. Masyarakat membutuhkan informasi yang terbuka, mulai dari sumber anggaran, nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, hingga waktu pelaksanaannya,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai tidak terpasangnya papan informasi proyek, penggunaan material semen merek Rajawali, serta penerapan standar K3 di lokasi pekerjaan. (TIM)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *