HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Aksi penolakan terhadap kembalinya Ustaz Suardi sebagai Direktur PDAM Bantaeng terus berlanjut dan kian memanas. Ketegangan di lokasi bahkan nyaris berujung bentrok setelah terjadi aksi saling dorong antara massa demonstran dan aparat pengamanan, Rabu (6/5).
Aksi yang telah berlangsung selama tiga hari sejak Senin (4/5) itu diwarnai dengan pendudukan kantor PDAM Bantaeng oleh sejumlah pegawai bersama Aliansi Masyarakat Bantaeng.
Massa menunjukkan keseriusannya dengan tetap bertahan dan bermalam di area kantor, sembari menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan Ustaz Suardi.
Situasi memuncak saat Ustaz Suardi, yang datang dengan pengawalan aparat kepolisian, berupaya memasuki kantor untuk menjalankan tugasnya sebagai direktur.
Kedatangannya langsung dihadang massa aksi yang telah berjaga di halaman kantor, hingga memicu ketegangan dan aksi saling dorong yang tak terhindarkan. Beruntung, aparat keamanan sigap mengendalikan situasi sehingga bentrokan lebih besar dapat dicegah.
Ustaz Suardi sempat berupaya masuk ke ruang kerjanya, namun kondisi yang tidak kondusif membuat petugas segera mengamankan dan mengarahkannya menuju rumah jabatan bupati yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Diketahui, Ustaz Suardi telah mengantongi rekomendasi untuk kembali menjabat sebagai Direktur PDAM Bantaeng. Meski demikian, penolakan dari internal pegawai dan kelompok masyarakat masih terus bergulir dan belum menemukan titik temu.
Sejumlah peserta aksi terlihat mengenakan seragam putih hitam lengkap dengan atribut PDAM, mempertegas bahwa aksi ini juga melibatkan unsur internal perusahaan. Massa menyatakan akan terus bertahan menduduki kantor hingga ada keputusan resmi dari Bupati Bantaeng terkait pencopotan jabatan direktur.
Di sisi lain, aparat kepolisian bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiagakan penuh di lokasi untuk menjaga stabilitas keamanan serta mengantisipasi potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar kantor PDAM Bantaeng masih dalam pengawasan ketat aparat, sementara aktivitas pelayanan perusahaan terpantau terganggu akibat aksi yang masih berlangsung.
Redaksi:
Halilintarnews.id terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk manajemen PDAM Bantaeng dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, guna memperoleh keterangan resmi dan berimbang. Perkembangan lebih lanjut dari situasi ini akan terus diperbarui. (Supriadi Awing)












