UKW SMSI Soppeng Resmi Diundur, Persiapan Dimatangkan Demi Hasil Maksimal

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id, SOPPENG β€” Suasana hangat Idulfitri 1447 Hijriah masih menyelimuti, saat Ketua Panitia Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Soppeng, Alimuddin, menyampaikan kabar penting dengan penuh keteduhan.

Mengawali penyampaiannya dengan ucapan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, Alimuddin menegaskan bahwa nilai saling memaafkan dan kejernihan hati menjadi landasan dalam setiap langkah, termasuk dalam menjaga marwah profesi jurnalistik.

Di tengah nuansa tersebut, panitia resmi mengumumkan penundaan pelaksanaan UKW yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 25–27 Maret 2026 di Hotel Grand Saota, Watansoppeng.

Keputusan ini diambil melalui proses musyawarah dan koordinasi antara pengurus SMSI Kabupaten Soppeng dan SMSI Provinsi Sulawesi Selatan dalam pertemuan di Makassar, Senin (23/3/2026).

β€œPenjadwalan ulang ini merupakan bagian dari upaya kami memastikan seluruh aspek pelaksanaan UKW berjalan optimal, baik dari sisi teknis maupun kesiapan peserta,” ujar Alimuddin.

Ia menegaskan, penundaan bukanlah bentuk kemunduran, melainkan langkah strategis untuk menjaga kualitas pelaksanaan UKW sebagai ajang uji kompetensi yang kredibel dan profesional.
UKW sendiri merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan penguji berkompeten yang telah tersertifikasi dari Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, serta SMSI Pusat.

Di Kabupaten Soppeng, UKW menjadi momentum strategis dalam mendorong lahirnya jurnalis yang tidak hanya cepat dalam menyajikan informasi, tetapi juga akurat, berimbang, dan beretika.

Bacaan Lainnya

Dengan adanya penundaan ini, panitia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan waktu tambahan untuk mempersiapkan diri secara lebih matang, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun pemahaman terhadap kode etik jurnalistik.
Penundaan ini pada akhirnya bukanlah hambatan, melainkan ruang persiapan.

Sebuah jeda yang diharapkan mampu melahirkan pelaksanaan UKW yang lebih berkualitas dan berdampak nyata bagi kemajuan dunia pers, khususnya di Bumi Latemmamala. (Supriadi Sanusi).

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *