Pengerjaan Tower Penampungan Air KKM Barana Desa Turatea Dinilai Buang-Buang Anggaran Negara



HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO, – Proyek pengerjaan pembangunan tower bak sumur bor yang di kerjakan Oleh Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Barana terletak di dusun barandasi Desa Turatea Kecamatan Tamalatea Kab. Jeneponto Sulsel, dinilai hanya membuang-buang anggaran negara saja, alias kurang memiliki asas manfaat. Senin 25/9/2023.

Hal ini Dinas PUPR kab. Jeneponto melalui Bidang Cipta karya jadi sorotan, lantaran dinilai kurang tepat memperifikasi lokasi tersebut sebelum membentuk Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Barana yang menganggarakan kurang lebih setengah milyar rupiah.

Gambaran itu dapat terlihat sesuai dengan hasil pemantauan Tim Media di lapangan, nampak terlihat pembangunan tower bak sumur bor namun tidak ada tanda-tanda pengaliran air ke rumah warga sekitar.

Kemudian setelah di cek meteran beberapa warga ternyata tak satupun yang mengalir airnya,

Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan akhir-akhir ini pak setahu saya hanya bisa teraliri air sekitar 10 rumah perharinya itupun di gilir dan hanya mendapatkan air sedikit,

Yang jelasnya saya kurang tau apa penyebabnya sehingga hanya bisa melayani sekitar 10 rumah perhari tapi kalau bapak ingin lebih jelas kita konfirmasi ke Ketua KKM Barana, Hanapi dg Rewa selaku pihak pelaksana kegiatan tersebut,” kata salah seorang warga

Sekaitan dengan itu pihak pelaksana, Hanapi Rewa melalui ponselnya mengatakan bahwa saat ini adalah musim kemarau yang mengakibatkan krisis air terjadi dimana-mana pak

Terkait dengan kenapa air tidak mengalir kerumah warga pada pukul 1 siang keatas karena kami sudah memberikan jadwal waktu pengaliran pada pagi hingga jam 12 siang

Bacaan Lainnya

Lanjut dikatakannya kalau papan proyek ada didalam gudang pak tapi kalau anggarannya itu proyek sebesar 485 juta rupiah yang akan di peruntukkan yakni:
1. pembangunan tower bak sumur
2. perpipaan kerumah warga
3. Mesin celup 1.5 hp
4. 68 unit meteran
5. Tambahan daya listrik, tiang dan kabel

Perlu diketahui bahwa proyek tersebut masih dalam proses pengerjaan karena belum ada serah terima dari Dinas terkait dan juga saya sampaikan bahwa proyek tersebut tidak ada anggaran biaya pengeboran atau kWh meteran listrik,* ujar Hanapi rewang.

Pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai 90 % namun saya belum tau siapa konsultannya? Yang saya tahu cuman orangnya PU yang sering datang monitoring pekerjaan yakni pak Anto, Sardin dan ibu Nur,

Sekaitan dengan itu, kasus tersebut akan menjadi bahan pelaporan bagi Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Sulawesi Selatan terkait proyek tower penampungan air di dusun Barandasi Desa Turatea yang dinilai nembuang buang keuangan negara saja.

Reporter : Darwis
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *