HALILINTARNEWS.id, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menggelar bazar pangan murah (BPM) untuk menekan dan mengendalikan inflasi dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gowa Syamhari di Gowa, Jumat, mengatakan, dampak kenaikan harga bahan bakar minyak tidak dapat dihindarkan dan seluruh daerah di Indonesia punya permasalahan yang sama.
“Kenaikan harga BBM yang terjadi di Indonesia juga berdampak terhadap harga kebutuhan pokok. Sehingga sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat, digelar bazar pangan murah ini,” ujarnya.
Syamhari mengatakan, bazar pangan murah adalah upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Ia menyatakan bazar pangan itu untuk meringankan beban dari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam bazar tersebut, pihaknya menyediakan sembilan bahan pokok, yakni beras, gula, minyak, terigu, ayam, nugget, dan lain-lain. Bahkan untuk beras sendiri merupakan hasil kemasan dari para Gapoktan Kabupaten Gowa yang menjadi binaan Dinas terkait di Ketapang.
“Kita menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau seperti beras kemasan 5 Kg Rp45 ribu, minyak goreng Rp12 ribu per liter, tiga ekor ayam Rp100 ribu, telur Rp45 per rak dan bahan lainnya,” katanya.
Syamhari mengaku bazar pangan murah ini akan dilanjukan secara berkala di tempat-tempat yang padat penduduk lingkup Kabupaten Gowa sebagai upaya pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya menghadapi suasana kenaikan BBM.
“Apabila dievaluasi respon masyarakat kita positif, maka akan dilanjutkan di titik-titik lain yang padat penduduk. Semoga ini juga bisa direspon oleh pemerintah pusat dalam hal ini Badan Pangan Nasional,” tambahnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina saat membuka Bazar Pangan Murah mengaku antusiasme masyarakat sangat baik dan berharap bazar pangan ini dapat membantu masyarakat Kabupaten Gowa.
“Dengan adanya pasar murah ini minat belanja kita terus ada dan hasil pertanian para petani Gowa juga ikut terserap, sehingga masyarakat kita tidak terlalu merasakan dampak kenaikan BBM,” katanya.
Olehnya ia mengimbau kegiatan ini bisa dilaksanakan di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan dampak dari Bazar Pangan Murah ini.












