HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Keluhan warga kembali mencuat terkait tumpukan tanah bercampur sampah yang menggunung di bahu jalan depan SD Negeri 4 Lembang Cina, Borkal, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Sudah hampir sebulan material itu dibiarkan tanpa pembersihan, seolah tak ada pihak yang bertanggung jawab.
Hasil pantauan halilintarnews.id, menunjukkan material tersebut berasal dari pengerukan got oleh pihak kontraktor. Warga menduga pekerjaan itu merupakan proyek aspirasi DPRD Bantaeng. Namun hingga kini, tidak ada upaya pembersihan maupun pengangkutan material yang mengotori fasilitas publik.
Tumpukan tanah dan sampah tersebut bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga menghambat akses warga serta memacetkan area parkir. Para pengendara mengaku kesulitan keluar-masuk karena lahan parkir tertutup material pekerjaan.
βParkiran tidak bisa digunakan. Kendaraan susah keluar masuk. Ini jelas merugikan aktivitas kami,β tegas seorang warga di lokasi. Pada Senin (1/12/2025).
Warga juga mengecam kualitas pekerjaan kontraktor yang dinilai asal-asalan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dan aktivitas masyarakat.
βKalau ini proyek pemerintah, jangan kerja setengah hati. Jangan hanya kejar keuntungan tapi bikin warga sengsara. Apalagi mau Hari Jadi Bantaeng 7 Desember, masa dibiarkan kumuh begini?β geram warga lainnya.
Keluhan serupa datang dari seorang guru SDN 4 Lembang Cina. Ia menilai tumpukan sampah bercampur tanah itu sudah sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar.
βJalan makin sempit, parkiran terganggu, dan baunya menyengat. Ini merusak kenyamanan guru dan siswa,β ujarnya, meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga mendesak pemerintah daerah tidak tutup mata dan segera mengambil tindakan sebelum kondisi makin parah dan mengganggu agenda jelang Hari Jadi Bantaeng.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantaeng, Nasir Awing, saat dikonfirmasi melalui telepon, mengaku tidak mengetahui pekerjaan tersebut.
βTerkait tumpukan tanah bercampur sampah di Borkal, kami tidak tahu siapa yang mengerjakan karena DLH tidak punya kegiatan di sana. Terima kasih informasinya, dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti,β tegasnya. (Supriadi Sanusi)
