Kepsek Keluhkan Wajib Berlangganan, Pimpred Majalah Suara Guru Sebut Pengurus Kec Kurang Sosialisasi Ke Sekolah



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Terkait Majalah Suara Guru yang diedarkan ke sekolahan melalui pengurus PGRI Bantaeng selama ini, kini terkesan tertuai keluhan dari sejumlah Kepala sekolah lantaran disinyalir berbau intervensi wajib diterima, berlangganan seperti diberitakan Halilintar sebelumnya.

Dengan beredarnya di pemberitaan di media online Halilintar news.id pada edisi Rabu (20/3/2024), Pimpinan Umum perusahaan (Pimpred) majalah Suara Guru, Sehrani mengklarifikasi pernyataan Kepala Sekolah yang merasa mengeluh.

Menurut Pimpinan Umum Redaksi Suara Guru Sehrani melalui selulernya kepada halilintarnews.id, mengatakan kami tidak pernah menyampaikan kepada para Kepala Sekolah bahwa wajib berlangganan Majalah Suara Guru dalam bentuk wajib penganggaran Dana Bos.

“Majalah Suara Guru kami telah sepakat bekerjasama melalui PGRI Bantaeng dan telah terbentuk Kontributor di 8 Kecamatan Se Kabupaten Bantaeng,” Kata Sehrani.

Menurutnya hal itu disepakati saat rapat pengurus PGRI Bantaeng yang turut hadir sekitar 80 persen dalam pertemuan keputusan RPBO PGRI, pada saat itu dan semua kontributor tugasnya meliput kegiatan di Wilayah Kecamatan masing-masing sambil mendistribusikan majalah Suara Guru ke sekolahan.

KORAN EDISI KE-28 | MEI 2024 – Flip the Page to Read !!!

“Perlu saya perjelas bahwa kontributor semuanya dari pengurus PGRI dan gajinya alias honornya telah kami siapkan,”

‘Namun teman teman kontributor tersebut telah sepakat gaji honornya disumbangkan saja masuk ke PGRI,” Tuturnya.

Masih kata Sehrani menjelaskan saat pertemuan telah disampaikan, mungkin sebaiknya jika ada langganan korannya di sekolah sebanyak 2 media, cukupkan 3 jangan media yang sudah berlangganan yang jadi korban langsung dikeluarkan kasihan wartawannya. Katanya.

Bacaan Lainnya

Mungkin sebahagian Kepsek belum paham karena diduga kontributor yang ditugaskan per Kecamatan kurang sosialisasi tidak maksimal. Dugaanya.

“Saya rasa jika Kepsek diberikan Pemahaman, mungkin tidak ada masalah karena sebahagian Kepsek tidak paham, sehingga apa yang ada di hatinya itu diucapkan,” Katanya.

Semua keberadaan koran sama saja tidak ada yang diistimewakan.

Media Suara Guru orang orang PGRI yang jalankan sehingga kita massifkan semua sekolah berlangganan. Pungkas Pimpred Sehrani. (Supriadi Sanusi)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *