Beranda JENEPONTO Kisah Pilu, Nenek 69 Tahun di Jeneponto Hidup di Gudang Pupuk Dapat...

Kisah Pilu, Nenek 69 Tahun di Jeneponto Hidup di Gudang Pupuk Dapat Perhatian Kemensos Sulsel

73
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Setelah marak di publikasikan di berbagai media online terkait Nenek Rante yang berusia 69 tahun hidup di dalam sebuah gudang pupuk di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan.

Nenek Rante tinggal di dalam gudang itu bersama dengan cucunya bernama Asseng yang kini berusia 17 tahun dan duduk di bangku kelas XII SMK.

Nenek Rante menyambung hidup dan menghidupi cucunya hanya dengan mengumpulkan daun kelapa untuk dijadikan sapu lidi.

Sapu lidi yang nenek Rante buat kemudian dijual ke pasar dengan harga Rp 2.000,- dan nenek Renta bisa membuat sapu lidi sebanyak 5 buah dalam sehari.

Kondisi yang demikian memprihatinkan membuat pihak Kementerian Sosial (Kemensos) Sulawesi Selatan melakukan peninjauan terlebih dahulu terhadap Nenek Rante sebelum nenek Rante diberi bantuan.

“Jadi Assesment dulu, kita lakukan wawancara singkat dengan nenek renta mengenai kebutuhan dasar yang paling dibutuhkan,” ucap Nurdin dari pihak Kemensos.

Setelah pihak Kemensos mengetahui kebutuhan yang mendasar untuk Nene Rante, pihak Kemensos pun tidak menunggu lama untuk melakukan penyaluran bantuan untuk sang nenek.

“Kemudian akhirnya terindentifikasi bahwa nenek Rante memiliki kebutuhan dasar seperti tempat tidur, bahan pangan pokok, serta alat-alat rumah tangga lainnya,” ucap Nurdin.

Diketahui pihak dari Kementerian Sosial (Kemensos) Provinsi Sulawesi Selatan membawakan nenek Rante bantuan berupa:

1. 2 buah tempat tidur
2. Kebutuhan dapur :
– Minyak Goreng
– Susu
– Minuman sereal
– Ikan Kaleng
– Telur
– Mie Instan
– Beras
3. Seprai 2 pcs
4. Bantal Kepala
5. Bantal guling
6. Dispenser
7. Galon

Diketahui pula, Nurdin dari pihak Kemensos Sulsel menyerahkan bantuan kepada Nenek Rante ditemani oleh Jingga Lestari.

Baca Juga :  Lantik 41 Kades Terpilih Periode 2021-2027, Bupati Jeneponto: "Jangan Ada Lagi Sekat, Mari Bersatu Membangun Desa"

“Kak Nurdin datang sendiri kemudian janjian ketemu dengan saya (Jingga Lestari) di rumah dan selanjutnya saya menemani beliau untuk minta izin terlebih dahulu ke pemerintah Desa Kalimporo,” ucap Jingga.

“Tepatnya kami bertemu dengan Pak Sekdes Kalimporo untuk minta izin beliau. Setelah dapat izin baru langsung bergerak ke rumah nenek Rante bersama-sama dengan Ibu Sulastri Mayang Sari yang juga merupakan Pendamping Desa di Wilayah Tamalatea namun beliau tinggal dekat kediaman nenek Rante. Jadi paling tidak, kita juga tahu sedikit banyaknya cerita tentang nenek Rante ini,” sambung Jingga Lestari.

Semua bahan pokok yang dibeli untuk nenek Rante langsung di bawakan ke tempat tinggal nenek Rante di Gudang Milik Pemerintah yang ada di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

“Hari itu juga semua barang dibeli dan langsung disalurkan kepada Nenek Rante di kediamannya yaitu di gudang bekas gudang Bulog/Pupuk milik pemerintah,” ucap Jingga, Minggu (12/12/2021).

Sekadar diketahui bahwa, Nenek Rante yang tinggal di Gudang telah terdaftar dalam Program BPNT atau Bantuan Pangan Non-Tunai yang dikeluarkan oleh Kemensos RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here