Beranda Berita Utama Pekerjaan Pembangunan Talud Bontoa-Sapanang Miliaran “Hancur Ambruk” Kabid dan PPTK Bina Marga...

Pekerjaan Pembangunan Talud Bontoa-Sapanang Miliaran “Hancur Ambruk” Kabid dan PPTK Bina Marga Jeneponto Dinilai Tutup Mata

303
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Menindak lanjuti pemberitaan selanjutnya dari Paket pekerjaan talud pada peningkatan jalan poros Ujungloe-TPA Panaikang dan Bontoa-Sapanang Kabupaten Jeneponto, kini kembali menjadi sorotan dari berbagai media dan penggiat anti korupsi, seperti Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pasalnya, anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Tahun anggaran 2021, dengan nilai kontrak Rp 3.697.972.000, melalui Pelaksana CV. CIPTA BAHAGIA UTAMA dan Konsultan Supervisi CV. BIAS MONARCHY KONSULTAN dengan waktu pelaksanaan selama 140 hari kalender, diduga dikerjakan tak sesuai RAB.

Hal ini berdasarkan hasil investigasi dari tim Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan bersama rekan media, yang dimana di lokasi proyek disaksikan langsung oleh konsultan dan pengawas lapanganya pada Hari Senin, (22/11/2021) yang lalu.

Menurutnya, “di lokasi proyek pekerjaan pembangunan Talud di STA+0 Poros penghubung Bontoa-Sapanang Volume panjang 1500 M dan lebar 3,5 M, diduga tidak sesuai dengan Spek,” katanya.

Pada rencana pengerjaan pembangunan Talud sisi kiri kanan diduga untuk pemasangan pondasi diduga dilakukan dengan asal asalan saja dan tidak mengacu pada petunjuk teknis atau Juknis, sehingga mutu kwalitas dan Kwantitasnya kurang. Beberapa bukti Photo dokumentasi saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung menjadi perbandingan ketika kondisi cuaca belum hujan dan setelah curah hujan,” kata LPK Sulsel.

Hal ini juga menjadi sorotan di group Facebook, INFO KABUPATEN JENEPONTO, dikutip dari Kiriman Syamsul Alam, dia mengajukan pertanyaan dalam postingannya bahwa, “Bgmn tanggapan Anda soal kegiatan ini ?? Cocok atau tidak,” tulis Syamsul Alam dalam postingannya.

Postingan itu juga akhirnya mengundang Komentar dari beberapa Netizen, “Beginilah kontraktor kontraktor di kita lebih mengutamakan untung di banding kwalitas kerja, padahal dia sendiri juga yang akan menggunakan jalan tersebut, Inilah kebiasaan yang tak pernah hilang ketika ada dana proyek perbaikan selalu saja dikorupsi,” tulis pemilik akun Joy dalam kolom komentar.

Baca Juga :  Kisah Serda Samsuddin, Tentara Kodim Bantaeng yang Punya Momongan Setelah Vaksin

Lanjut dikolom komentar, “Campuran satu-satu, satu mobil pasir satu sak semen, Sesuai mi tawwa ini, sesuai dana yang turun, rusak dianggarkan lagi, ka doeee,” tullis Netizen lain.

“Sangat kentara kalau campuran asal tidak di cungkil itu udah terhambur, semoga pemerintah jeneponto menyikapi pekerjaan yang kualitasnya tidak bagus. ayo masyarakat setiap pembangunan awasi,” dikutip komentar Netizen dalam postingan Syamsul Alam dari info group IKJ, selasa pada 9 jam yang lalu.

“Sementara Pelaksana (Sub Cont) Awing, yang dimintai keterangannya oleh Tim LPK melalui Via WhastApp Nya, terkait pekerjaan Talud Poros Bontoa-Sapanang itu mengatakan bahwa, “Na ketawaiki itu orang PU Waktu ki angkatki beritanya, dan sekalian bawaki turun PPTK ke lokasi, Gali lobang tutup lobang. Karena Terus terang saya itu orang tidak ambisi kalau pekerjaan. Tapi alhamdulillah banyak bos-bos besar yang panggilka dan bersyukur sekaliki itu kalau ada yang percayaki termasuk Haji jamil dan Haji cici’, Insya Allah tahun 2022 banyak lagi proyek besar,” jelas kata Awing.

Di tempat yang terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Kabupaten Jeneponto Mashuri As, yang dimintai klarafikasinya melalui Via WhastApp Nya mengatakan bahwa,¬† “ini masa dalam tahap pelaksanaan sampai sekarang dan kalau tembok penahannya itu ada dibeberapa tempat yang terbongkar, itu diakibatkan adanya air dari bukit-bukit yang mengalir cukup deras dan curah hujan cukup tinggi serta pasangan batunya juga baru sementara dalam tahap pelaksanaan tiba-tiba datang hujan deras, insya Allah nanti semua itu akan diperbaiki kembali karena masih dlm tahap pelaksanaan. Dan jika memang pekerjaan dilapangan tidak sesuai maka saya tidak akan memberikan nilai (Tidak Saya Bayarkan)”, tegas kata Mashuri kepada tim LPK Sulsel.

Baca Juga :  Kasat Pol PP Bantaeng Terapkan Disiplin Perda Perbup, Jaemuddin: Teguran 3 Sanksi di "Blacklist alias Copot"

Hal tersebut juga disampaikan oleh PPTK Erwin kepada LPK bahwa, “semua pekerjaan yang rusak pasti kita perbaiki itu masih tanggung jawab kontraktor utamanya bukan sub kontnya. Dan saya tidak pernah membiarkan pekrjaan yang rusak dipelihara kita semua manusia biasa tidak luput dari keadaan segalanya dan Kalau pekerjaan tidak ada galian maka kita tidak bayarkan dan Jangan maki khwatir kita pasti investigasi dlu karena galian yang digambr cuma 20 cm dengan ketinggian rata-rata pasangan batu 50 cm,” ujar Erwin.

Demikian pula pihak direktur perusahaan CV. CIPTA BAHAGIA UTAMA, Haji Djamil yang menghubungi Tim (LPK) Sulsel menjelaskan bahwa, “terkait pekerjaan Talud diporos Bontoa-Sapanang saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Bina Marga dan menindak lanjuti surat teguran yang diberikan oleh konsultan. Maka saya juga menghubungi Sub Cont nya untuk segera menghentikan pekerjaannya, dan saya sendiri yang akan melanjutkan pengerjaan Talud tersebut,” katanya.

Haji Djamil juga menambahkan, “apa yang sudah dikerjakan dan dianggap bermasalah oleh LSM maka saya tidak akan menerima hasilnya, dan tidak dibayarkan,” jelas Haji Djamil Kepada LPK Sulsel.

Sementara Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Hasan Anwar di hadapan media halilintarnews.id, pada Selasa (07/12/2021) menjelaskan bahwa, “pekerjaan pembangunan Talud yang ada dititik lokasi poros Bontoa-Sapanang memang tidak mengacu pada petunjuk teknis yang ada dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB),” ucapnya.

“Pelaksana Sub Cont dilapangan sengaja ingin mengurangi volume pekerjaan yang terkesan asal jadi Sehingga berimbas kepada mutu Kwalitas dan Kwantitas dari pembanguna talud Bontoa-Sapanang. Sehingga Kabid Bina Marga Dan PPTK Dinilai tutup mata dan melakukan pembiaran terhadap pekerjaan pembangunan kontruksi Talud yang terindikasi dapat merugikan keuangan Negara ” tegas kata Hasan Anwar. (Tim)

Baca Juga :  Ibu Korban Kasus Dugaan Pencabulan di Bekasi Minta Maaf ke Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here