Beranda BANTAENG Dilanda Banjir dan Longsor, Warga Bantaeng Resah, Ini Langkah PUSDALOPS BPBD Bantaeng

Dilanda Banjir dan Longsor, Warga Bantaeng Resah, Ini Langkah PUSDALOPS BPBD Bantaeng

118
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Beberapa tahun terakhir di saat musim hujan telah tiba, masyarakat Bantaeng menuai keresahan terjadinya banjir dan longsor di berbagai titik di wilayah Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Berdasarkan surat edaran dari PUSDALOPS BPBD Kabupaten Bantaeng, yang beredar di WA grup Bantaeng yang berisi dalam edaran, telah terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bantaeng pada 27/11/2021, sekitar pukul 14.45 wita.

Dalam surat edaran penyampaian kejadian Bantaeng tersebut, di tujukan Kepada Yth. Kepala BNPB RI Pusat di Jakarta. Kepada Yth. Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Beberapa Lokasi Kejadian yakni Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bonto Atu,
Kelurahan Bonto Lebang, Kelurahan Bonto Manai Kecamatan Bissappu, Desa Pa’bentengang, Desa Barua Kecamatan Eremerasa.

Bantaeng diguyur hujan mengakibatkan beberapa tempat got dan drenase meluap karena debit air yang cukup tinggi dan meluap kejalan, persawahan dan pemukiman dan mengakibatkan terjadi banjir dibeberapa titik dan tanah longsor.

Banjir mengakibatkan berbagai kerusakan diantaranya, Kelurahan Bonto Sunggu ada 37 rumah warga yang terdampak rusak ringan, di BTN Sasayya Bungung Bambang aliran sungai meluap dan rusaknya tanggul dan perlu pengerukan untuk menaikkan sedimen yang ada dalam sungai serta hilir dari sungai Bungung Bambang Sasayya perlu untuk merubah mengganti gorong gorongnya menjadi jembatan agar air tidak tertahan dan merembes kejalan dan pemukiman penduduk samping TMP Sasayya.

Kerusakan drenase dan perlu untuk menaikkan sedimen di jalan TA Gani Depan SD Inpres Be’lang, rusaknya pembuangan dan drenase yang menuju terminal pasar baru perlu dikeruk dan diperlebar.

Kelurahan Bonto Atu drenase rusak dan sempit jalan Monginsidi sehingga setiap hujan meluap. Kelurahan Bonto Lebang persawahan terendam air, drenase mengalami kerusakan dan sedimen yang ada perlu dikeruk.

Baca Juga :  4 Bangunan Mega Proyek Dinkes Bantaeng Puluhan Miliar Diduga Salah Bestek Alias Amburadul

Hilir dari sungai Kaili yang berada di tengah persawahan perlu diperbaiki tanggulnya dan dikeruk untuk menaikkan sedimen sehingga tidak terjadi banjir di persawahan dan dipemukiman warga.

Kelurahan Bonto Manai persawahan terendam dan kerusakan drenase disisi kiri dan kanan di jalan poros Bangkulawang. Desa Pa’bentengang Kecamatan Eremerasa 5 rumah warga terkena tanah longsor rusak ringan dan sedang.

Drenase di kiri kanan untuk masuk ke Pasar Rakyat Desa Pa’bentengang mengalami kerusakan dan tertimbun, tanaman jagung warga tertimbun tanah longsor dan drenase poros Dusun Parang rusak tertimbun tanah longsor.

Desa Barua Kecamatan Eremerasa air masuk kerumah warga serta Pustu Barua, kerusakan drenase di poros jalan Barua.

Upaya yg dilakukan
Pemerintah Kabupaten Bantaeng beserta jajarannya, TRC BPBD, Tagana Dinsos, TNI/Polri, Basarnas, Camat Bissappu dan jajarannya, Camat Eremerasa dan jajarannya, Relawan dan Masyarakat bergotong royong membersihkan sisa sampah dan lumpur yang memenuhi jalan dan yang masuk kerumah warga. Sumber PUSDALOPS BPBD Kabupaten Bantaeng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here