Beranda Uncategorized

Dituding “Bentengi” Koruptor Kejari Bantaeng Dihantam “Badai” Demonstrasi

137
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Puluhan peserta aksi yang tergabung Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Pattallassang DPPM dan Pemuda Lira Kabupaten Bantaeng kembali melakukan demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng jalan Andi Mannapiang Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan pada selasa 12/9/2021, pukul 10.00 wita.

Para aksi menutup badan jalan poros Nasional Bantaeng-Makassar sambil membakar ban mengalami kemacetan, terpaksa petugas dari pihak kepolisian dan Sat Pol PP mengalihkan jalur masuk depan Inspektorat tembus depan Kantor Bupati Bantaeng.

Menurut Jenderal lapangan Andi Imran dalam orasinya mengatakan, kami gabungan Aliansi Peduli Masyarakat Pattallassang bersama Pemuda LIRA Kabupaten Bantaeng, menilai dalam kubu Kejari Bantaeng diduga mandul dan bentengi oknum koruptor tersebut, teriakan Andi Imran.

“Kami sudah yang ke tiga kalinya melakukan aksi, entah kenapa Kepala Kejaksaan Bantaeng enggang menemui kami, para aksi butuh jawaban laporan yang telah dilaporkan terkait dugaan koropsi Kepala Desa Pattallassang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng,” tanya Andi Imran.

Menurutnya”sudah berulang kali Kades Pattallassang dilaporkan dengan kasus yang berbeda, termasuk laporannya Masyarakat Desa Pattallassang, Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Pattallassang dan laporannya LSM, Pemuda LIRA” ungkap pendemo.

Salah satunya laporan Masyarakat Desa Pattallassang (MDP) di berbagai kegiatan diduga tidak sesuai RAB.

Menurut perwakilan Masyarakat Desa Pattallassang Andi Abdul Halim mengatakan selain yang dilaporkan Pemuda LIRA Bantaeng tersebut, yang lebih parahnya beberapa kegiatan pembangunan Desa diduga Mark Up.

“Seperti pembangunan jaringan irigasi desa perpipaan pada tahun 2018 telah dikerjakan, yang seharusnya diduga volume 400 meter, sementara fisik dilapangan hanya 360 meter, berarti kurang 40 meter dan beberapa pembangunan rabat beton yang diduga tidak sesuai RAB” jelas Krg Halim.

Baca Juga :  "Motong Dana PIP" Oknum Kepsek Jeneponto Berontak Aniaya Oknum Wartawan Berujung Dipolisikan

Masih kata krg Halim anggaran tersebut diduga merugikan Negara kisaran 700 juta. Hal ini yang telah di laporkan di Kejari Bantaeng pada kamis 15 oktober 2020 lalu, namun hingga detik ini pihak Kejaksaan belum ada jawaban, Kesal Krg Halim.

Sementara Kepala Desa Pattallassang Subhan melalui selulernya mengatakan terkait tudingan tersebut termasuk berbagai kegiatan pembangunan yang telah terlaksana semuanya sudah di periksa pihak Inspektorat Bantaeng” semuanya tidak ada temuan” jelas Kades Pattallassang Subhan.

Ia menambahkan, terkait kolam yang sedang terbangun di wilayah Desa Pattallassang adalah kegiatan pembangunan berkelanjutan, membutuhkan dana besar hingga miliyaran rupiah, tutur Kades Subhan kepada halilintarnews.id melalui selulernya.

“Saya upayakan kolam tersebut tetap selesai menikmati warga Bantaeng khususnya Masyarakat Desa Pattallassang” harap Subhan.

Atas kejasamanya Petugas kepolisian bersama Satpol PP melakukan pengawalan dan pengamanan berjalan aman dan lancar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here