Beranda JENEPONTO

Komisi II DPRD Jeneponto Kunker ke PT Petrokimia Gresik Sulsel

44
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Komisi II DPRD Kabupaten Jeneponto melakukan kunjungan kerja dengan agenda konsultasi dan koordinasi ke PT Petrokimia Gresik Wilayah Sulsel di Makassar, Selasa (9/2/2021).

Kunjungan kerja komisi II DPRD Jeneponto tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jeneponto Irmawati bersama Ketua Hanafi Sewang dan Sekretaris Muh Amin Tantu serta anggota Komisi II H. Muhammad, Mega Yanu Arimbi, H. Salinringi, H. Zainuddin Bata, Halim BK, H. Abd Rasyid, Hartono dan Nurhadi Junianto.

Rombongan DPRD Jeneponto diterima langsung oleh Kepala SPDP Sulsel I PT. Petrokimia Gresik Setyawan Suryo K.J.

Menurut Hanafi Sewang, alokasi Pupuk SP-36 di Kabupaten Jeneponto sangat minim dalam alokasi e-RDKK dibanding dengan pupuk ZA dan NPK, dan ini sangat meresahkan petani.

“Stok Pupuk di gudang lini III PT. Petrokimia Gresik di Kabupaten Jeneponto pada bulan Januari 2021 sangat minim mulai dari pupuk ZA, NPK dan SP-36 sehingga petani harus mengambil alternatif hanya memakai pupuk UREA,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Jeneponto Hanafi Sewang.

Karena itu, kata Hanafi, Komisi II perlu melakukan konsultasi ke pihak terkait. Setelah memantau di lapangan baik itu petani, pengecer dan distributor.

“Kami di Komisi II, banyak menerima keluhan terkait sistem pelaporan penyaluran pupuk di tingkat pengecer dan distributor,” sebut Hanafi Sewang.

Politis Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, kondisi saat ini sangat rumit dan banyak cost/biaya yang dikeluarkan pengecer, salah satunya adalah form penebusan petani, foto copy KTP Petani, form rekapitulasi penebusan serta dokumen penyaluran pupuk yang harus dilengkapi.

Komisi II DPRD Jeneponto Rapat dengan Dinas Perdagin dan Pedagang
“Kami berharap pihak PT. Petrokimia Gresik Wilayah Sulsel I agar cepat merespon keluhan-keluhan di daerah, khususnya stok pupuk yang harus tersedia di lini III, agar tidak menjadi alasan kelangkaan pupuk di kabupaten Jeneponto khususnya pupuk jenis ZA, SP-36 dan NPK,” pungkas Hanafi Sewang.

Sementara kepala SPDP Sulsel I PT. Petrokimia Gresik Setyawan Suryo K.J berjanji akan merespon secepatnya permasalahan di daerah khususnya di Kabupaten Jeneponto.

“Kami akan mengupayakan agar stok pupuk di Jeneponto aman dan terpenuhi. Terkait alokasi SP-36 yg berkurang tahun ini adalah sistem dari Kementerian Pertanian memfilter pada saat penginputan e-RDKK sehingga alokasinya minim,” jelas Setyawan.

Sekedar diketahui bahwa sampai saat ini sudah 47 pengecer di Sulsel yang sudah mengundurkan diri sebagai pengecer/kios dan beberapa perwakilan distributor, akibat sistem pelaporan penyaluran subsidi dan kenaikan harga pupuk yang di berlakukan oleh Kementerian Pertanian RI tertanggal 30 Desember 2020.

“Dan kami prediksi, akan terus bertambah terus,” tutup Setyawan.

Penulis : Red
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here