Beranda JENEPONTO

Kasus Dugaan Sunat Habis Bantuan PIP Kepsek SDS Muhammadiyah Dipanggil Dikbud Jeneponto

385
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) diganti nama Program Indonesia Pintar (PIP) diperuntukan untuk siswa yang kurang mampu alias miskin.

Bantuan PIP tersebut pemerintah mengucurkan dana bantuan untuk siswa-siswi diserahterimakan secara utuh, bukan dipangkas habis bagi oknum Kepsek yang dinilai rakus dan serakah.

Hal ini yang telah diberitakan sebelumnya,
menurut orang tua murid SDS Muhammadiyah dihadapan halilintarnews.id mengatakan, pemotongan PIP terhadap muridnya yang diduga dilakukan Kepsek SDS Muhammadiyah, secara berpariasi untuk kelas I dipotong 50 ribu per siswa dan untuk kelas II hingga kelas VI di potong 100 ribu per siswa, jelas orang tua murid yang enggang dipublikasikan identitasnya.

Sangat disayangkan Kepsek SD muhammadiyah diduga melakukan pemotongan PIP yang diperuntukkan siswa miskin, entah kenapa masih tega melakukannya, padahal Kepala Sekolah itu adalah PNS makan gaji dari Pemerintah masih berpikiran melanggar aturan pungli hak orang miskin, kata orang tua siswa.

Telah diberitakan sebelumnya, di tempat terpisah rekan wartawan menyambangi Kepala Sekolah SDS Muhammadiyah Misbahuddin,S.Pd diruang kerjanya pada selasa 2/2/2021, mengatakan terkait adanya uang PIP yang saya terima dari orang tua siswa secara berpariasi ada yang 50 ribu hingga 100 ribu per siswa, membenarkan bahwa uang tersebut adalah pemberian hanya sebagai bentuk,”Apresiasi,” Ungkap Kepsek Misbahuddin.

“Ia juga mengakui menerima uang dari orang tua siswa untuk kelas I sebanyak 10 orang penerima PIP dan kelas II hingga kelas VI penerima PIP sebanyak 18 orang, ucap Kepsek dihadapan rekan wartawan.

Masih kata Misbahuddin, sebanyak 40 orang yang tercatat sebagai calon penerima dana PIP di sekolah kami, namun yang terealisasi hanya 28 orang yang terdiri dari 4 tahap pencairan, jadi yang 12 orang itu akan di kembalikan ke Negara, tutup Misbahuddin.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Mukhlis Mukhtar dihadapan halilintarnews.id diruang kerjanya pada senin 8/2/2020, mengatakan terkait persoalan Kepala SDS Muhammadiyah sudah dipanggil menghadap, kami sudah menyampaikan jika bantuan ke para siswa-siswi berikan hak sepenihnya.

“Saya juga baru duduk menjabat selaku Kabid, sementara saya pelajari keadaannya,” ungkap Mukhlis Mukhtar.

“Saya berharap agar jangan mengambil atau memotong bantuan PIP, jika ada oknum Kepsek langsung memotong termasuk pelanggaran,” kata Mukhlis Mukhtar.

Penulis : Red
Editor    : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here