Beranda Makassar

Ratusan Massa Aksi FPR Sul-Sel Menyuarakan Bebaskan Supianto Alias Ijul dan Korban Salah Tangkap Lainnya.

139
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, MAKASSAR –Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Front perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Fly Over, Jalan A.P. Pettarani, Kota Makassar untuk memberikan dukungan terhadap Supianto alias Ijul beserta terdakwa lainnya. Senin, 8 Februari 2021.

Ijul beserta terdakwa lainnya ditangkap dengan tuduhan melakukan pembakaran ambulans dan pengrusakan gedung Partai Nasdem saat aksi penolakan UU Cipta Kerja berlangsung di Jalan A.P. Pettarani pada Kamis malam, 22 Oktober 2020 lalu.

Dalam aksi kali ini, massa dari beberapa Organisasi yang tergabung Front Perjuangan Rakyat (FPR Sul-Sel) menyatakan bahwa Ijul maupun terdakwa lainnya harus segera di bebaskan sebab tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatannya dalam aksi pada malam 22 Oktober tersebut.

Massa aksi juga meminta agar hakim terkait kasus ini dapat bersikap objektif dan dapat memvonis bebas para terdakwa.

“Kami berharap hakim Pengadilan Negeri Makassar yang menangani kasus ini dapat objektif dan adil untuk membebaskan kawan kami,” sebut salah saru orator.

Selain itu, Pimpinan FMN Makassar, Andri Candriawan menilai bahwa ini merupakan upaya aparat negara untuk memberangus dan menghalangi hak demokratis rakyat dalam menyampaikan penolakannya terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Ijul maupun organisasi kami yang tergabung dalam aliansi FPR Sulsel tidak tergabung dalam aksi unjuk rasa pada malam itu, bagaimana bisa Ijul dituduh terlibat berada di lokasi apalagi melakukang pengrusakan,” sebut Andri Candriawan.

“Kami menduga kuat bahwa ini adalah upaya rezim untuk membungkam, merepresi, dan memberangus semua kelompok yang dengan tegas menolak Omnibus Law,” tambahnya.

Al Iqbal sebagai Humas FPR Sul-Sel mengungkapkan Bahwa “Keterangan Saksi dalam surat tuntutan JPU Kejaksaan Negri Makassar bukan fakta pada persidangan perkara ke-13. Pada lembar ke-6 sampai dengan Lembar ke-12 surat tuntutan JPU poin Keterangan saksi – saksi, sama sekali bukan fakta persidangan bahkan tidak ada dalam proses persidangan.” Pungkas Al Iqbal

“Kuat dugaan apabila keterangan dalam Surat Tuntutan JPU adalah hasil copy paste dari berita acara pemeriksaan Saksi di Kepolisian, karena antara keterangan saksi – saksi dari pihak JPU yang ada didalam Surat Tuntutan JPU tersebut dan Berita Acara Pemeriksaan Saksi persis sama.” Tambah Iqbal

Adapun pernyataan dari LBH Makassar Ansar sebagai Kuasa Hukum Supianto alias Ijul mengatakan bahwa “Tindakan JPU dalam membuat Fakta Hukum pada surat Tuntutannya tidak dapat dibenarkan. Dengan demikian Surat Tuntutan JPU mengandung cacat hukum, untuk itu haruslah dikesampingkan dan dinyatakan tidak mengikat.” Jelas Ansar

Penulis : Risal Efendi
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here