Beranda JENEPONTO

Kepsek SDS Muhammadiyah Diduga Sunat Habis Bantuan PIP

214
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Pemerintah mengucurkan dana yang sebelumnya Bantuan Siswa Miskin berganti nama Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang di peruntukkan bagi siswa yang kurang mampu.

Namun masih marak dugaan ada oknum Kepala sekolah yang melakukan pemotongan bantuan PIP terhadap muridnya, dengan berdalih apresiasi orang Tua murid, ulahnya

Hal ini yang terjadi di SDS Muhammadiyah Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, menuai sorotan tajam para orang tua murid lantaran bantuan PIP disunat, secara berpariasi.

Menurut orang tua murid SDS Muhammadiyah dihadapan halilintarnews.id mengatakan, pemotongan PIP terhadap muridnya yang diduga dilakukan Kepsek SDS Muhammadiyah, secara berpariasi untuk kelas I dipotong 50 ribu per siswa dan untuk kelas II hingga kelas VI di potong 100 ribu per siswa, jelas orang tua murid yang enggang dipublikasikan identitasnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan PIP tahun 2020 untuk siswa kelas I seharusnya menerima 250 ribu dan kelas II hingga VI menerima bantuan PIP sebesar 450 ribu, jelas Ortu siswa.

“Semestinya Kepala Sekolah SDS Muhammadiyah Misbahuddin tidak demikian, bantuan PIP tersebut tujuannya kepada anak yang kurang mampu dan diberikan secara utuh bukan seenaknya” memotong hak orang yang kurang mampu tanpa ada kesepakatan, kesal orang tua dihadapan rekan wartawan.

“Hal ini kami meminta kepada pihak terkait untuk memberikan sanksi, kepada Kepala sekolah yang melakukan pemotongan PIP itu Dosa”, pintanya.

Di tempat terpisah rekan wartawan menyambangi Kepala Sekolah SDS Muhammadiyah Misbahuddin,S.Pd diruang kerjanya pada selasa 2/2/2021, mengatakan terkait adanya uang PIP yang saya terima dari orang tua siswa secara berpariasi ada yang 50 ribu hingga 100 ribu per siswa, membenarkan bahwa uang tersebut adalah pemberian hanya sebagai bentuk,”Apresiasi,” Ungkap Kepsek Misbahuddin.

“Ia juga mengakui menerima uang dari orang tua siswa untuk kelas I sebanyak 10 orang penerima PIP dan kelas II hingga kelas VI penerima PIP sebanyak 18 orang, ucap Kepsek dihadapan rekan wartawan.

Masih kata Misbahuddin, sebanyak 40 orang yang tercatat sebagai calon penerima dana PIP di sekolah kami, namun yang terealisasi hanya 28 orang yang terdiri dari 4 tahap pencairan, jadi yang 12 orang itu akan di kembalikan ke Negara, tutup Misbahuddin.

Penulis : Red
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here