Beranda Ternate

Pengadaan Bibit Jagung Jadi Rebutan Oknum Pejabat, Para Petani Menjerit

156
0


HALILINTARNEWS.id, HALMAHERA UTARA — Pemerintah mengucurkan bantuan pengadaan bibit jagung untuk masyarakat petani guna mengurangi beban para petani, namun bukan sebaliknya malah menjadi oknum mafia yang haus akan jeritan para petani.

Hal ini yang membuat  para petani menjerit khususnya warga yang ada di Pulau Morotai Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara.

Terkesan hak mereka merasa di rampas oleh oknum pejabat yang menggunakan kesempatan di tengah merebaknya pandemi covid-19 yang seharusnya diharapkan membantu para petani, malah sebaliknya hak para petani di cabit-cabit tanpa ada kepedulian sedikitpun, rasa  prikemanusiaannya.

Menurut Direktur LSM Lembaga Anti Korupsi Maluku Utara Rajak idrus dihadapan rekan wartawan senin 12/10/2020 mengatakan, sangat di sayangkan kebijakan pemerintah atas penyaluran bibit jagung diduga disalah gunakan oleh orang dalam, akibat bibit jagung yang seyogyanya di nikmati masyarakat tani namun diduga di perjual belikan keluar daerah yakni ke Gorontalo dan Sulawesi Utara, ungkap Rajak Idrus.

Kasus penjualan bibit jagung secara ilegal keluar Daerah tersebut merupakan perbuatan melawan hukum, sudah lama terpendam entah nyangkut di mana dan kini kembali di persoalkan warga masyarakat tani harapkan kasus penyelewengan bibit jagung segera di usut kembali, pintanya.

Diketahui kasus pengadaan  bibit jagung di tangani langsung oleh Dinas pertanian Maluku Utara pada tahun anggaran 2018.

Ia menambahkan, bahwa kasus ini sudah di usut dan saat itu ada 12 orang saksi yang sudah di mintai keterangan oleh pihak penegak hukum, demikian penjelasan Direktur lembaga anti korupsi Maluku Utara kepada awak media Rajak Udrus 10 oktober lalu.

Lebih lanjut di jelaskan lagi bahwa pengadaan bibit jagung tahun anggaran 2017/ 2018 di Dinas pertanian Maluku Utara yang berasal dari kementerian pertanian RI, katanya.

Atas ulah oknum yang tidak bertanggung jawab menyelewengkan bibit unggul jagung termasuk merugikan  Negara .

Masih kata Rajak Idrus bahwa Paket proyek pengadaan bibit jagung anggarannya lebih kurang Rp. 40 milyar dengan luas lahan 50 ribu hektar ini khusus tahun anggaran 2017 belum termasuk tahun anggaran 2018, jelasnya

Ia memaparkan  lebih rinci bahwa tahun 2017 nilai pagunya sebesar Rp. 15.111.820.500 milyar, dan untuk Tahun 2018 anggarannya Rp. 25.357.500.milyar di buat dalam bentuk pengadaan bibit jagung jenis hibrida dua tongkol di distribusikan ke 8 Kabupaten Kota, ketika di adakan,pengecekan di lapangan hanya dua kabupaten yakni Halmahera Timur dan Halmahera Barat, papar Rajak Idrus.

Dengan terjadinya ketimpangan dalam penyaluran bibit jagung 2 tongkol, kini masyarakat kembali ramai membicarakan,  dan kembali mengungkitnya, akibat LSM yang getol membongkar kasus dugaan korupsi ikut gigih memperjuangkan hak hak masyarakat petani.

Rajak idrus Direktur LSM dengan semangat mengkawal kasus dugaan korupsi sampai hingga tuntas.

Rajak menambahkan terkait kasus ini yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah mantan Kepala Dinas Pertanian pada tahun 2017 dan 2018, termasuk Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas Pertanian Maluku Utara sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tegas Rajak.

oknum inilah yang di gadang gadang sebagai eksikutor dalam pengadaan proyek jagung bibit dua tongkol, hal ini diminta kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan agar di usut hingga pelaku kejahatan dugaan tindak pidana korupsi akar-akarnya tutup Rajak (sir)

Penulis : Sir
Editor    : Akhmad Basir Noer
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here